Memahami kelompok bernilai sama sebagai motivasi perkalian
Ketika kita memiliki beberapa kelompok benda yang masing-masing kelompok memiliki banyaknya anggota yang sama, kita bisa menghitung total seluruh benda dengan menjumlahkan isi tiap kelompok.
Contoh-Contoh
-
Piring Buah
Ada3 piring, dan masing-masing kelompok (piring) memiliki banyaknya4 apel yang sama.- Banyak kelompok:
3 - Hitung total:
4+4+4=12 apel
- Banyak kelompok:
-
Kotak Pensil
Ada4 kotak, dan masing-masing kelompok (kotak) memiliki banyaknya5 pensil yang sama.- Banyak kelompok:
4 - Hitung total:
5+5+5+5=20 pensil
- Banyak kelompok:
-
Kantong Kelereng
Ada5 kantong, dan masing-masing kelompok (kantong) memiliki banyaknya2 kelereng yang sama.- Banyak kelompok:
5 - Hitung total:
2+2+2+2+2=10 kelereng
- Banyak kelompok:
Dari Bahasa Sehari-hari ke Simbol Perkalian
Jika kita perhatikan pola penjumlahan pada contoh di atas:
- Pada piring buah, kita menjumlahkan angka
4 sebanyak3 kali. - Pada kotak pensil, kita menjumlahkan angka
5 sebanyak4 kali. - Pada kantong kelereng, kita menjumlahkan angka
2 sebanyak5 kali.
Dalam bahasa sehari-hari, kita terbiasa menyebutnya dengan “angka X muncul sebanyak Y kali”.
Untuk menuliskan kalimat tersebut secara lebih ringkas dan praktis, kita menggunakan simbol perkalian
- Angka
4 muncul sebanyak3 kali ditulis4+4+4 atau3×4 (dibaca “tiga kali empat”) - Angka
5 muncul sebanyak4 kali ditulis5+5+5+5 atau4×5 (dibaca “empat kali lima”) - Angka
2 muncul sebanyak5 kali ditulis2+2+2+2+2 atau5×2 (dibaca “lima kali dua”)