|

Memahami kelompok bernilai sama sebagai motivasi perkalian

Ketika kita memiliki beberapa kelompok benda yang masing-masing kelompok memiliki banyaknya anggota yang sama, kita bisa menghitung total seluruh benda dengan menjumlahkan isi tiap kelompok.

Contoh-Contoh

  1. Piring Buah
    Ada 33 piring, dan masing-masing kelompok (piring) memiliki banyaknya 44 apel yang sama.

    • Banyak kelompok: 33
    • Hitung total: 4+4+4=124 + 4 + 4 = 12 apel
  2. Kotak Pensil
    Ada 44 kotak, dan masing-masing kelompok (kotak) memiliki banyaknya 55 pensil yang sama.

    • Banyak kelompok: 44
    • Hitung total: 5+5+5+5=205 + 5 + 5 + 5 = 20 pensil
  3. Kantong Kelereng
    Ada 55 kantong, dan masing-masing kelompok (kantong) memiliki banyaknya 22 kelereng yang sama.

    • Banyak kelompok: 55
    • Hitung total: 2+2+2+2+2=102 + 2 + 2 + 2 + 2 = 10 kelereng

Dari Bahasa Sehari-hari ke Simbol Perkalian

Jika kita perhatikan pola penjumlahan pada contoh di atas:

  • Pada piring buah, kita menjumlahkan angka 44 sebanyak 33 kali.
  • Pada kotak pensil, kita menjumlahkan angka 55 sebanyak 44 kali.
  • Pada kantong kelereng, kita menjumlahkan angka 22 sebanyak 55 kali.

Dalam bahasa sehari-hari, kita terbiasa menyebutnya dengan “angka X muncul sebanyak Y kali”.

Untuk menuliskan kalimat tersebut secara lebih ringkas dan praktis, kita menggunakan simbol perkalian ×\times (dibaca “kali”):

  • Angka 44 muncul sebanyak 33 kali ditulis 4+4+44+4+4 atau 3×43 \times 4 (dibaca “tiga kali empat”)
  • Angka 55 muncul sebanyak 44 kali ditulis 5+5+5+55+5+5+5 atau 4×54 \times 5 (dibaca “empat kali lima”)
  • Angka 22 muncul sebanyak 55 kali ditulis 2+2+2+2+22+2+2+2+2 atau 5×25 \times 2 (dibaca “lima kali dua”)